Layanan Surat Online
Perpustakaan & AIS
Jurnal Ahkam
Jurnal Iqtishad
Jurnal Adalah
Warta Syariah
Download Warta Syariah

In order to view this page you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player

Tren Hukum Keluarga Cenderung Konservatif

Revolusi Tunisia tahun 2011 dan Revolusi Islam Iran tahun 1979 yang disambut gembira oleh rakyat negerinya masing-masing ternyata membawa perubahan yang mendasar pada system hukum yang di anut. Salah satunya adalah penerapan hukum keluarga yang tadinya bersifat moderat namun kini semakin mengarah ke sifat konservatif. Salah satu contoh yang mengemuka adalah diperbolehkannya hukum poligami di Tunisia setelah dilarang selama beberapa tahun.

Demikian kesimpulan yang disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum, Prof. Dr. HM Atho Mudzhar, MSPD dalam acara Kuliah Umum “Hukum Keluarga dan Modernisasi: Antara Cita dan Fakta Perubahan Sosial” yang diselenggarakan oleh Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu 16 April 2014 di Ruang Teater lt 2 FSH. Selain Guru Besar Prof. Atho Mudzhar, Kuliah Umum ini juga diisi oleh Wirdianingsih, seorang dosen dari Universitas Indonesia.

Prof Atho Mudzhar dalam paparannya berkali-kali menyuarakan kekhawatirannya tentang kembalinya aliran konservatif dalam praktik hukum keluarga di beberapa negara muslim. “Parlemen Iran telah mengesahkan UU yang memperbolehkan seorang ayah angkat mengawini anak angkatnya setelah berusia 13 tahun, tentu ini sebuah kemunduran mengingat sebelumnya batas minimal usia kawin adalah 15 untuk perempuan dan 18 bagi laki kali, apakah Iran sedang melakukan the politics of rolling back di bidang hukum keluarga” tutur alumnus University of California at Los Angeles (UCLA) ini.

Read more...

 

Mahasiswa Belanda Belajar Hukum Islam di FSH

Gedung FSH, BERITA UIN Online – Sejumlah mahasiswa hukum dari Erasmus University Rotterdam, Belanda, mencoba untuk memahami hukum Islam di Indonesia. Mereka pun mengunjungi Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) dan berdialog bersama para pakar hukum Islam.

Rombongan berjumlah 20 orang itu dipimpin Dr Emese Von Bone, Asisten Professor Legal History, dan rekannya Babette Bodlaender. Mereka diterima pimpinan FSH di Ruang Sidang FSH, Jumat (4/4).

“Mereka ingin tahu seperti apa penerapan hukum Islam di Indonesia,” kata Dekan FSH terpilih Dr JM Muslimin. Selain Dekan FSH, juga hadir Guru Besar FSH Prof Dr HM Atho Mudzhar serta sejumlah dosen.

Suasana dialog berlangsung hangat. Para mahasiswa Belanda banyak menyimak penjelasan yang disampaikan Atho Mudzhar. Bahkan, mereka juga banyak mengajukan pertanyaan seputar hukum Islam dan sistem peradilan yang berlaku di Indonesia, termasuk mengenai bank konvensional dan bank syariah.

Emese mengatakan, kedatangan rombongan mahasiswanya ke Indonesia bertujuan untuk melakukan studi banding. Selain ke beberapa universitas, pihaknya juga mengunjungi Mahkamah Agung RI, khususnya ke Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama.

“Mahasiswa kami ini tengah melakukan studi banding ke beberapa institusi di Jakarta. Kami tertarik melakukan penelitian tentang pengaruh adat dan Islam terhadap sistem hukum yang ada di Indonesia,” jelas Emese seraya tersenyum. (ns)

 
Rektor Lantik 3 Dekan Baru

Auditorium Harun Nasution, BERITA UIN Online-- Bertempat di Auditorium Harun Nasution, tepat pukul 14.04 WIB, Senin (14/4/2014), Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat melantik tiga dekan baru masa bakti 2014-2018.

Mereka adalah Dr JM Muslimin sebagai dekan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Prof Dr  Oman Fathurrhaman MHum sebagai dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) dan Prof Dr Masri Mansur, MS sebagai dekan Fakultas Ushuluddin (FU).

Sebelumnya, JM Muslimin adalah Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama  FSH dan ia menggantikan  Prof Dr  Muhammad Amin Suma SH, MM, MA yang habis masa baktinya. Sedangkan Oman Fathurahman adalah dosen FAH dan menggantikan Dr Abdul Wahid Hasyim. Sementara Masri adalah Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum dan menggantikan Prof Dr Zainun Kamaluddin Faqih MA, yang habis masa baktinya.

Rektor dalam sambutannya menyampaikan terima kasih yang tinggi kepada dekan senior selama berkhidmat di UIN Jakartaitu. “Saya sampaikan apresiasi kepada Saudara-saudara yang telah menunjukkan dedikasi kerja yang tinggi,” ujarnya.

Ditegaskannya, UIN Jakarta sebagai perguruan tinggi yang sedang berkembang membutuhkan orang-orang yang bekerja di atas standar. “Jika kerjanya hanya sesuai dengan standar yang ada, nanti hasilnya juga sebatas standar saja. Hanya dapat hasil rata-rata,” imbuhnya.

Karena itu pula, Rektor berharap di UIN Jakarta banyak orang-orang yang mau bekerja tidak sekadar sesuai dengan standar yang sudah ada. Lebih dari itu komitmen bekerja untuk kepentingan bangsa dan negara yang diutamakan.

Selain sejumlah dekan, para kepala biro dan sejumlah kepala bagian, serta tamu undangan juga turut hadir dalam acara tersebut. (Saifudin, uinjkt.ac.id)

 

SEMINAR INTERNASIONAL: THE PRACTICE OF ISLAMIC LAW IN THE MODERN WORLD BERJALAN SUKSES

Jakarta, 11-12 Desember 2013.

Sukses, dan berjalan dengan tertib, itulah kata yang patut disematkan dalam perhelatan seminar internasional selama dua hari, 11 sampai dengan 12 Desember 2013. Acara tersebut mengusung tema The Practice of Islamic Law in the Modern World. Pembukaan acara ini dibuka dan ditutup langsung oleh Prof. DR. H. Muhammad Amin Suma, SH., MA., MM..

Antusiasme atas penyelenggaraan seminar internasional ini terlihat dari jumlah hadirin pada pembukaan seminar yang mencapai kurang lebih seribu hadirin di Auditorium Prof. DR. Harun Nasution. Semangat para peserta yang mengikuti program acara ini juga termasuk tinggi dan stabil, dengan kehadiran dan keaktifan mereka yang mengikuti berbagai ragam acara yang terdiri dari acara panel maupun komisi.

Seminar ini menghadirkan pembicara baik dari dalam dan luar negeri. Bertindak sebagai Welcoming Speech dalam perhelatan ini ialah Dr. Hamdan Zoelva, SH., MH Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Dalam orasi ilmiahnya beliau mengangkat tema Sharia, Nation State and Constitutionalism: Critical Reflection. Hamdan Zoelva menekankan bahwa UUD 1945 tidak dapat dipisahkan dari Piagam Jakarta, yang sangat bercirikan dengan semangat keislaman. lebih lanjut diungkapkan bahwa Indonesia sebagai sebuah negara diakui tidak hanya karena adanya kontrak sosial di dalamnya, tetapi adalah karena rahmat Allah SWT sesuai pembukaan UUD 1945.

Mengawali sesi panel di hari pertama, diskusi berlangsung hangat dengan tema Family Law and Islamic Penal Law: Positive Law and its Practice in Malaysia and Indonesia. Pembicara dalam sesi ini, Prof. Dr. Hidayat Buang dari Malaysia, Prof. Dr. H. Muhammad Amin Suma, SH., MA., MM, dari Indonesia, dan Dr. Amru Wardhani dari Mesir. 

Read more...

 

Tim FSH UIN Juara LKTI di FH UGM

Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menorehkan prestasi dalam perlombaan tingkat nasional. Delegasi Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang dikirimkan untuk mengikuti lomba karya tulis tingkat nasional di Universitas Gajah Mada berhasil merebut juara ketiga dalam lomba tersebut. Delegasi yang terdiri dari Achmad Sahuri (SJS semester 7), Siska Novrianti (SJS semester 7), dan Iwan Kurniawan (PMF semester 5) tersebut berhasil merebut juara ketiga setelah mengalahkan beberapa universitas ternama di Indonesia dan hanya kalah selisih poin dari Universitas Brawijaya dan Universitas Indonesia.

Lomba yang diadakan oleh Komunitas Muslim Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (KMFH-UGM) tersebut merupakan perlombaan tingkat nasional yang diadakan setiap tahun dalam rangka merayakan ulang tahun KMFH UGM. Perlombaan tersebut diadakan dalam dua babak. Babak penyisihan yang merupakan babak seleksi makalah dengan batas waktu sampai dengan tanggal 20 Oktober sejak undangan tersebut dikirimkan pada bulan Juli 2013 dan babak final yang diadakan pada tanggal 15-17 November 2013. Perlombaan tersebut diikuti oleh hampir seluruh fakultas Hukum dan fakultas Syariah di Indonesia dengan mengambil tema Islam sebagai sumber pembangunan hukum nasional. FSH sendiri mengirim delegasi yang terdiri dari 3 orang mahasiswa dan satu pembina, yakni Ibu Fitria, LLM yang merupakan jebolan University of Sarbonne, Paris, France.

Read more...

 
Salam Dekan

Ruh, Miniatur dan Mercusuar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Apa yang membuat seorang pemimpin sangat dihargai? Kemampuannya untuk meninggalkan sejumlah legacy bagi rakyat yang dipimpinnya adalah salah satu prasyarat utama, seorang pemimpin menjadi besar. Deng Xiaoping menjadi pemimpin China yang paling dihargai- bahkan mungkin melebihi pendahulunya Mao Zedong karena pemikirannya mengenai transformasi china menuju ekonomi terbuka, berhasil mengangkat China menjadi negara besar baik secara ekonomi maupun politik. 

Pemikirannya mengenai China sebagai negara komunis dengan ekonomi terbuka adalah warisan yang paling berharga bagi warga china daratan hingga saat ini. Walaupun mungkin Deng juga menorehkan noda hitam berupa pembantaian Lapangan Tiananmen, tetap saja warisan falsafahnya dipegang oleh generasi pemimpin China saat ini. Hasilnya luar biasa, dari negeri yang petaninya hanya berpenghasilan USD 40 pertahun menjadi USD 8000. Sebuah pencapaian luar biasa bagi negeri dengan 1.3 milyar penduduk ini. 

Lebih Lanjut

Visitor
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday289
mod_vvisit_counterYesterday557
mod_vvisit_counterThis week8616
mod_vvisit_counterLast week4373
mod_vvisit_counterThis month16060
mod_vvisit_counterLast month192773
mod_vvisit_counterAll days1009039

We have: 206 guests online
Your IP: 54.211.138.180
 , 
Today: Apr 17, 2014
Panduan Akademik
Download Buku-buku Pedoman Akademik
Feedback
Beasiswa
Peluang Karir